Oleh: ardiansyah | Juli 19, 2010

Cara Membuat Kontur Dengan Menggunakan Softwere Global Mapper

Softewere Global Mapper adalah salah satu softwere yang bisa digunakan dalam mengolah data raster.

Pada posting kali ini, saya akan memberikan cara bagaimana membuat kontur dari data citra ASTER GDEM dengan menggunakan Global Mapper.

Untuk mencoba latihan ini, anda perlu mendownload sampel untuk latihan serta tutorialnya pada link di bawah ini.

Download sampel

MEMBUAT Kontur dari citra ASTER GDEM dengan Softwere Global Mapper.pdf

About these ads

Responses

  1. Salam kenal pak,
    Saya telah mendownload ASTER GDEM untuk wilayah indonesia yang telah diolah menjadi peta topo *.img . Ada 421 files *.img .
    Mohon info/link/tutor bagaimana caranya menginstall *.img tersebut kedalam mapsource.
    Rencananya akan saya gabung dengan peta navnet, bagaimanakah penggabungannya pak?
    Sekian pertanyaan saya, mohon maaf baru kenal sudah merepotkan,,,,terima kasih
    salam,raman

  2. asslm. wr. wb

    saya mau tanya mas, sejauh apa akurasi kontur yang dihasilkan dari pendigitasian menggunakan sofware ini? apa bisa kontur yang dihasilkan mewakili seperti kontur yang dihasilkan dari pengukuran lapangan langsung seperti menggunakan workstation atau teodolid. terimakasih sebelumnya.

    wassalam

    • wss
      dalam usaha mapping, kita mengenal dgn istilah pengukuran terestrial dan extra terestrial.
      mungkin yang mas maksud adalah kontur yg dihasilkan dari citra ASTER GDEM yg diolah dgn softwere GLOBAL MAPPER.
      data kontur yg dihasilkan dari ASTER GDEM ini merupakan hasil rekaman satelit ASTER, sehingga masuk dalam kriteria ektra terestris. Resolusi atau tingkat ketajaman dari ASTER GDEM ini adalah 30 meter, itu artinya wilayah dengan luas 30 x 30 meter,dianggap memiliki 1 nilai ketinggian.
      Sedangkan pengukuran dengan menggunakan waterpass (untuk ukur beda tinggi), theodolith, dan workstation itu masuk ke dalam kriteria terestris. Tentunya tingkat akurasi pasti lebih tinggi pada pengukuran terestris. Bayangkan jika kita menggunakan citra ASTER GDEM utk identifikasi ketinggian di wilayah curam, tentunya wilayah dengan luas 30×30 meter di setiap pixel ASTER GDEM akan diidentifikasi menjadi 1 nilai ketinggian saja. sedangkan kalo kita menggunakan waterpass (terestris), tentu wilayah 30 x 30 meter tersebut mungkin bisa saja memiliki ketinggian yang beragam.

      namun, ada keunggulan bila kita menggunakan pengukuran ektra terestris, yakni mudah, cepat, wilayah yang diteliti bisa besar (bandingkan jika anda disuruh mengukur satu provinsi dengan menggunakan theodolith, waterpass, or workstation ?mending pake citra aja kan?hehe)

  3. mas bagaimana caranya agar hasil eksport di global mapper dapat di import point dengan autocad ldd. saya mengunakan LDD2009.
    mohon bantuannya.
    terima kasih

  4. asssalamualaikum wr.wb
    saya mau tanya mas,gimana cara mendonwload kountur pulau kalimantan terimakasih..


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: